Ada saatnya, kau merasa tak ada seorang pun yang mengerti dan mau tahu tentang dirimu.

Pada saat itu juga, siapa yang bisa membantu meredam kesedihanmu, menyemangati dirimu, selain kamu.

Karena hal itulah, aku sudah bersiap sejak lama, membangun benteng demi benteng pertahanan hati agar ketika dia pergi dengan segala macam alasan yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri, aku tidak kalap dan tenggelam dalam tangisan.

Aku tahu, di saat itu juga aku berada dalam titik nadir yang membuatku tidak seimbang. Tapi apa yang mau di kata? Apa yang bisa di bantah dari keputusan seorang yang keras kepala dan selalu ingin pergi? Tak ada kan?

 Usah Kau Kenang Lagi

 “Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan pula kamu bersedih hati. Padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman“. (Q.S.Ali Imran:139)

Hum pim pah.

Mari Kita Berubah.

Move on. Go!!

Aku berhenti bertanya.

Mulai sekarang aku belajar banyak dalam kesendirian.

Fokus utamanya adalah kesuksesan.

Sendiri tanpa ada yang harus di terka-terka perasaanya, tanpa harus ada yang di jaga hatinya.

Sekarang, ku letakkan lelah pada tempatnya.

Semua kuserahkan kepada pemilik kuasa.

Yang penting sekarang, bagaimana agar aku bahagia.

Pokoknya, usah kau kenang lagi. Udah itu aja.

Perempuan yang baik adalah perempuan yang membuatmu menjadi laki-laki yang lebih baik

+1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..