Adakah pulang tak membuatmu senang?
Pernahkah dirimu tak ingin pulang?
Adakah pulang yang memberi ketakutan?
Pernahkah dirimu tak ingin pulang?

Ketika masa perkuliahan tak ada dan di suruh pulang, apa kau senang?
Ya. Semua yang terlihat hanyalah rona bahagia karena ingin cepat pulang.

Mungkin, ada seseorang yang menanti. Mungkin, ada yang akan dikerjakan segera. Mungkin, ada yang selama ini ditunggu.

Ketika pergi ke suatu tempat yang bukan rumahmu, apakah kau ingin tetap disana selamanya?

Bukankah kau ingin cepat-cepat pulang lagi?

Baik itu karena kau lelah atau merasa tak nyaman karena tak berada dirumahmu sendiri?

Atau karena kau sadar tak ada tempat yang nyaman untuk pulang kecuali rumahmu?

Atau karena kau tak tahan berlama-lama menginap dirumah oranglain?

Kenapa?

Kenapa kau selalu merindukan rumahmu?

Mungkin, karena di rumahmu kau merasa aman. Kau merasa bahagia.

Disana tempat mu di tempa mengenali dunia.

Karena disana ada ketenangan, suka, duka yang ingin kau kenang.

Dan selalu ingin kau ulang.

Walaupun kakimu melangkah jauh menapaki dunia-dunia baru yang lebih menantang, lebih menarik, lebih membuatmu senang. Pasti, ingin selalu pulang. Ia kan? Ya.


Tapi, ketika malaikal maut datang menemui kita.

Dan mengatakan, “Irjii ilaiki rodiatam mardiah“.

Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang tenang dan puas.

Apa yang kita lakukan?

Pasti kita ketakutan dan mengatakan, “Jangan dulu”.

 Kita ketakutan? Padahal rumah kita sebenarnya disana.

Dari Allah akan kembali ke Allah.

Karena apa? Mungkin, karena kita meletakkan semua perkara dunia di hati tidak ditangan. Yang bisa dengan ikhlas kita beri kepada siapapun.

Kita takut semua yang sudah kita kumpulkan, harta, kekuasaan di ambil.

Kita takut rumah kita itu tidak akan memberi kita kenyamanan.

Kita takut dan tidak senang ketika disuruh pulang kepada Allah.

Oleh karenanya, Rosulullah mengatakan bahwa diakhir zaman akan banyak penyakit “al-wahn”.

Cinta dunia dan takut mati.

Lalu, apakah arti pulang yang sebenarnya?

+2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..