Entah kenapa.

Ada hal yang memang mudah untuk dilupakan namun ada juga perihal-perihal yang sulit sekali untuk dilupakan.

Misalnya, ketika melewati tempat yang sama atau melakukan hal yang hampir sama seperti yang pernah kita lewati dengan yang tersayang walaupun dengan orang-orang yang berbeda dan waktu yang berbeda tetapi selalu saja, suasana nya masih membekas, datang suka-suka, rindu berkuasa.

Setiap temu yang berlalu, melahirkan kenang.

Ada yang tenang adapula yang membuat meriang. Merindukan kasih sayang.

Dan disaat yang bersamaan juga, suasana memberikanku dua pilihan ingin tenggelam atau beranjak. Aku tak memilih. Aku hanya diam. Menikmati dan senyum-senyum sendiri atau tanpa ekspresi.

Kemudian pergi. Dan kulanjutkan hari.
Aneka entah sudah banyak sekali tumbuh seiring berjalannya waktu.

 Sebagian kujadikan kenangan dan kutempatkan hanya ditanganku saja. Karena, jika sewaktu-waktu semua yang mencipta kenang pergi, tak sampai melukai hati.

 Cukuplah Allah yang kutempatkan di hati.

Karena kupastikan Dia akan menjagaku dengan senang hati walau terkadang hidup ini penuh dengan teka-teki. Tapi semua harus di syukuri.

 -Penghujung Maret 2018-

+3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..