Apa yang kau kenang dengan Ramadhan?

Beritakan kepada dunia apa yang kau rasakan.

Hanya rindu ibu, rindu ayah, rindu adik, rindu kakak, rindu suasana hangat berkumpul di ruang tengah dengan emparan tikar yang tersusun berbagai hidangan yang telah di masak ibu dan aku yang membantu-bantu potong ini, potong itu, aduk kolak jangan sampai pecah santan atau menggiling cabai hingga tangan panas semalaman atau sekedar rindu menyusun tumpukan piring dan gelas di tempat duduk masing-masing.

Hanya rindu masa kanak dengan membawa takar tempurung kelapa di bagian tengah nya ada lilin dan kembang api kecil, dibawa jalan-jalan keliling kampung bersama teman-teman. Itu sudah bahagia luar biasa.

Hanya rindu dibonceng Ayah setiap sore menghabiskan senja dan menjemput malam sekalian beli takjil, es cendol dan mie kuah kacang.

Hanya rindu sama-sama berjalan ke mesjid untuk sholat tarawihan dan subuh berjamaah. Dan dulu, masih merasakan antri buat dapat tanda tangan ustad imam sholat tarawih dan yang kasih ceramah.
Sungguh, surga merindukanmu.
Cobalah untuk merindukan surga juga.
Menjadi hamba yang merindukan dan dirindukan surga.
Empat golongan Manusia yang dirindukan surga adalah orang yg rajin tilawah Quran, orang yg selalu menjaga lisannya, orang yg memberi makan orang yang kelaparan, orang yg berpuasa di bulan Ramadhan.

Hakikat kehidupan adalah Puasa.

Puasa dari segala yang Allah larang dan haramkan.

Menahan diri dari segala nafsu yang menjerumuskan.

Membersihkan hati dari tipu daya dunia yang hanya kiasan.Life style orang-orang sukses adalah dengan puasa.

Untuk anak muda, puasa dari mama-papian,bunda-abian dan sejenisnya. Buka puasanya nanti, kalau udah halal.

Untuk yang lagi ujian, puasalah dari kopekologi, tidak ada gunanya mendapat nilai bagus tapi tidak jujur. Jujur lah pada nuranimu sendiri. Tidak mengapa tidak lulus, asalkan berkah dan belajar dari kesalahan.

Untuk Indonesia dan Aparaturnya, puasalah dari Korupsi dan suap menyuap.
Kenapa Indonesia tak maju-maju? Karena Indonesia dan orang2 didalamnya malas berpuasa dan tidak mau berpuasa. Hanya karena uang lima puluh ribu bisa menyogokmu memberi amanah kepadanya selama lima tahun? Renungkan.

Maukah lagi kau berpikir ulang sebelum melakukan?

+4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..