Bertemu Kamu

Kusaksikan dan kurasakan cinta dan kebencian bermain di hati insan

Kusaksikan dan kurasakan rindu dan kehilangan saling tatap menatap dalam gerbang perpisahan

Baru saja kurasakan banjir di pelupuk mataku kemudian Engkau ganti dengan sorot mata berseri-seri

Aku bahagia sekali

Kita berdua telah bangun membangun dalam cinta. Kita berdua sama-sama gila


Kita saling membisikkan sesuatu

Sesuatu yang hanya kita pahami berdua

Kemudian kita saling belajar

Belajar memendam kata cinta, cukup dari hati ke hati yang berbicara

Ya, lewat mataku, ku beri tanda ketulusan

Kekhilafan hari kemarin, hari ini ku sebut suatu kelemahan

Yang bakal muncul suatu waktu dihari esok

Sebuah rantai dalam kehidupan kita

Kadang salah paham, kadang saling menyalahkan, kadang saling kesal, kadang egois, kadang sudah sangat saling mengerti dan memahami satu sama lain

Tak mungkin tinggal bersama kita untuk mengetahui kemuliaan kita

Jarak yang terbentang ribuan kilometer tak akan menjadi masalah jika dalam hati ada kesungguhan dan keikhlasan

 Kelak, semua yang kita lewati akan menjadi mahkota kehormatan untuk kita

 Kita butuh tangis untuk mengekspresikan kesedihan

Pun kita butuh tawa untuk mengekspresikan kebahagiaan

Karena kebenaran dari perasaan adalah menyatakannya

Bukan menyembunyikannya seorang diri dan berpura-pura seolah semua baik-baik saja

Bukan berarti orang yang menangis disebut cengeng. Pun bukan jua orang yang tak pernah menangis disebut gagah

Inilah jalan jiwa

Diaspal oleh persepsi yang berbeda-beda, hanya dengan menyuarakannya semua akan kembali seperti semula

Untuk bertemu kamu, aku melewati semua itu

Semua perasaan yang berkecamuk ku remuk redam kan, hanya untuk melihat senyummu, bertemu kamu

Terimakasih atas kesempatan mengenalmu

+2

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..