Halo teman-teman semuanya, berikut ini saya cantumkan contoh karya tulis ilmiah sederhana ketika masih SMA, sekitar tahun 2016. Jadi, waktu itu kami diberikan tugas oleh guru bahasa Indonesia secara berkelompok dan kami memilih untuk menganalisis kesalahan ejaan dalam surat kabar Waspada. Semoga bisa bermanfaat ya..

ANALISIS KESALAHAN EJAAN DALAM SURAT KABAR WASPADA

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Bahasa merupakan salah satu ciri khas milik manusia yang berbudaya dan bermasyarakat. Tidak ada kegiatan manusia yang tidak disertai oleh bahasa. Terbukti di dalam isi sumpah pemuda ditegaskan dengan jelas kita warga negara Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Bahasa merupakan media komunikasi antara satu dengan yang lain untuk dapat bertukar pikiran atau pendapat,berbagi pengalaman dan menjalin suatu hubungan silaturrahmi misalnya.

Dalam berkomunikasi, bahasa memiliki peranan penting untuk menyampaikan berita. Agar mudah dimengerti, bahasa tersebut harus singkat, padat, dan jelas. Namun, pemakai bahasa harus menaati dan memperhatikan kaidah-kaidah atau aturan yang benar.

Perbedaan satu bahasa yang dipelajari dengan yang digunakan sehari- hari sering menimbulkan masalah. Ada kecenderungan bahwa unsur bahasa yang satu pindah ke unsur bahasa yang lain. Oleh karena kesalahan dianggap sebagai suatu yang wajar terutama di berbagai media surat kabar.

Surat kabar sebagai salah satu media informasi yang mudah didapat oleh semua lapisan masyarakat memegang peranan penting dalam pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia.

Tidak jarang masyarakat meniru bahasa yang digunakan dalam surat kabar, bahkan ada juga yang menjadikan sebagai acuan dalam menulis. Oleh sebab itu, surat kabar diharapkan menggunakan bahasa yang baik sesuai dengan situasi dan lingkungan serta benar menurut kaidah yang berlaku. Penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam surat kabar memiliki dampak positif terhadap bahasa masyarakat.

Demikian juga sebaliknya, penggunaan bahasa yang tidak tepat akan memberikan dampak negatif terhadap bahasa masyarakat. Hal ini melatarbelakangi penulis melakukan penelitian ini adalah penggunaan bahasa yang sering kali masih dianggap sepele oleh beberapa pihak.

1.2  Rumusan Masalah

Masalah penelitian sebagaimana sudah di singgung dalam latar belakang masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. “Kesalahan – kesalahan ejaaan yang sering kita temukan dalam surat kabar harian WASPADA”.

Masalah pokok ini dapat dijabarkan dalam bentuk pertanyaan yang khusus dan operasinal yaitu:

  1. Apa yang dimaksud dengan ejaan?
  2. Apa yang dimaksud analisis?
  3. Apa yang dimaksud bahasa?
  4. Apa pengertian dan tujuan analisis kesalahan berbahasa?
  5. Apa saja aspek berbahasa yang perlu diperhatikan?
  6. Bagaimana kesalahan-kesalahan ejaan dalam surat kabar WASPADA?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian ini adalah

  1. Mengetahui apa yang dimaksud ejaan.
  2. Mengetahui apa yang dimaksud analisis.
  3. Mengetahui apa yang dimaksud bahasa.
  4. Mengetahui apa pengertian dan tujuan analisis kesalahan berbahasa.
  5. Mengetahui apa saja aspek berbahasa yang perlu diperhatikan.
  6. Mendeskripsikan apa saja kesalahan-kesalahan ejaan dalam surat kabar WASPADA.

1.4  Manfaat Penelitian

1.  Penelitian ini bertujuan untuk mengoreksi kesalahan ejaan yang terdapat pada Surat Kabar Harian WASPADA. Dengan adanya koreksi, diharapkan tidak terjadi kesalahan yang sama untuk penulisan ejaan serupa di kemudian hari.

2. Penelitian ini dapat dijadikan umpan balik dalam penulisan di media cetak.

3.  Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi penulis dan pembaca sehingga lebih memperhatikan penggunaan ejaan dalam menulis.

1.5 Metode Penelitian

Metode penelitian adalah cara yang dilakukan untuk meneliti. Penulis menggunakanbeberapa metode penelitian untuk membuat karya tulis ilmiah ini:

A. Metode Studi Pustaka

Metode studi pustaka adalah metode pengumpulan data melalui sumber-sumber tertulis. Penulis menggunakan metode ini untuk mendapatkan referensi EYD dan model penulisan makalah serupa. Referensi EYD digunakan untuk  menganalisis kesalahan ejaan pada berita tersebut. Sedangkan contoh makalah digunakan untuk panduan sistematika penulisan makalah.

B. Metode Analisis

Analisis adalah pengujian sesuatu secara detail yang bertujuan untuk memahaminya dengan lebih baik dan mengambil kesimpulan dari objek analisis tersebut. Penulis menguji penggunaan kaidah EYD pada berita tersebut. Tujuannya adalah mencari persamaan dan perbedaan penggunaan ejaan pada berita tersebut. Apabila ada perbedaan, penulis mengoreksi dengan menggunakan kaidah EYD.

1.6 Sistematika laporan penelitian

Sistematika penulisan bertujuan untuk memberikan gambaran secara runtun dan memudahkan pelaksanaan penelitian. Sistematika penulisan yang dibuat oleh penulis sebagai berikut.

Halaman Judul

Halaman persetujuan

Halaman motto

Halaman persembahan

Kata pengantar

Daftar isi

Bab I: Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Penelitian

D. Metode Penelitian

E. Manfaat Penelitian

F. Sistematika Laporan Penelitian

Bab II:  ISI

A. Pengertian Ejaan

B. Macam Ejaan

C. Ejaan yang (Pernah) Ada dan Berlaku di Indonesia

D. Hal-Hal yang Diatur Oleh Ejaan Yang Disempurnakan

E. Manfaat Ejaan Yang Disempurnakan

Bab III: Analisis

Bab IV: Penutup

Daftar Pustaka

Lampiran

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Landasan Teoritis

A.1  Ejaan

  1. Pengertian Ejaan

Ejaan adalah keseluruhan sistem dan peraturan penulisan bunyi bahasa untuk mencapai keseragaman. Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana hubungan antara lambang-lambang itu seperti pemisahan dan penggabungannya dalam suatu bahasa (Putrayasa, 2009:21).

 Ejaan antara lain meliputi yang berikut ini.

  1. Lambang fonem disertai dengan huruf-hurufnya (tata bunyi).
  2. Cara menulis satuan-satuan bentuk kata.
  3. Cara menulis kalimat, bagian-bagiannya, dan penggunaan tanda baca.

Ejaan yang dijadikan acuan dalam berbahasa Indonesia saat ini adalah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan yang ditetapkan pada tanggal 9 September 1987 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Ejaan yang disempurnakan dibagi atas lima, yaitu

  1. Pemakaian huruf
  2. Pemakaian huruf kapital dan huruf miring
  3. Penulisan kata
  4. Penulisan unsur serapan
  5. Pemakaian tanda baca.    

2. Macam-macam Ejaan

Ejaan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ejaan fonetis dan ejaan fonemis.

A. Ejaan fonetis

Ejaan fonetis adalah ejaan yang berusaha menyatakan setiap bunyi bahasa (fonem) dengan lambing atau huruf. Hal itu dilakukan dengan mengukur dan mencatat dengan alat pengukur bunyi bahasa. Dalam ejaan fonetis jumlah lambang yang diperlukan cukup banyak.

B. Ejaan fonemis

Ejaan fonemis adalah ejaan yang berusaha menyatakan setiap fonem dengan satu lambang atau satu huruf. Dalam ejaan fonemis jumlah lambing yang diperlukan tiadak terlalu banyak. Dalam bahasa Indonesia yang dipakai adalah ejaan fonetis. Namun, masih terdapat beberapa fonem yang dilambangkan dengan dua tanda. Contoh: [ng, ny, kh, sy]. Sebaliknya, ada dua fonem yang dilambangkan dengan satu tanda. Contoh: e [pepet: makan apel, Perang Dunia Pertama] dan e [taling: apel bendera, rambut perang].

3. Ejaan yang Pernah Ada dan Berlaku di Indonesia

  • Ejaan Van Ophusyen

Ejaan Van Ophusyen adalah ejaan bahasa Melayu yang diciptakan oleh Ch. A. Van Ophusyen bersama dengan Engku Nawawi gelar Sultan Makmur dan Muhammad Taib Sutan Ibrahim pada tahun 1901. Ejaan itu termaktub dalam Kitab Logat Melayoe. Dalam sejarahnya, ejaan itu mengalami perbaikan dari tahun ke tahun dan pada tahun 1926 mendapat bentuk yang tetap. Berkat pembakuan ejaan itu, kedudukan bahasa Melayu bertambah kuat sebagai dasar pembentukan bahasa Indonesia. Pada tahun 1928 bahasa Indonesia diangkat sebagai bahasa persatuan dalam Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Ejaan Van Ophusyen berlaku hingga tahun 1947.

  • Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi

Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi merupakan sistem ejaan Latin untuk bahasa Indonesia setelah Indonesia merdeka. Ejaan itu dimuat dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mr. Soewandi, No. 264/Bhg tanggal 19 Maret 1947. Karena dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mr. Soewandi, ejaan itu disebut Ejaan Soewandi atau Ejaan Republik.

  • Ejaan Malindo

Malindo adalah kependekan dari Melayu dan Indonesia. Ejaan Malindo adalah ejaan yang dihasilkan dari perumusan ejaan Melayu dan Indonesia. Perumusan itu diawali dari Kongres II Bahasa Indonesia tahun 1954 di Medan, Sumatra Utara. Baru pada tahun 1959 Ejaan Malindo selesai dirumuskan. Ejaan Malindo belum sempat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena pada masa itu terjadi permusuhan antara Indonesia dan Malaysia.

  • Ejaan Yang Disempurnakan

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) atau Ejaan Bahasa Indonesia Yang

Disempurnakan adalah ejaan yang dihasilkan dari penyempurnaan atas ejaan-ejaan sebelumnya. EYD diresmikan oleh Presiden Soeharto dalam pidato kenegaraan memperingati HUT ke-27 Kemerdekaan Indonesia tanggal 16 Agustus 1972 di hadapan DPR/MPR. Pengukuhannya dilakukan dalam bentuk Surat Keputusan Presiden No.57 Tahun 1972. Dengan demikian, EYD mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1972. EYD dihasilkan oleh Panitia Ejaan Bahasa Indonesia yang dibentuk pada tahun 1966. Tujuan diberlakukannya EYD adalah untuk menyeragamkan penulisan bahasa Indonesia ke arah pembakuan ejaan.

4. Manfaat Ejaan Yang Disempurnakan

Berikut ini adalah  manfaat pemberlakuan EYD seperti tertulis pada Pamungkas (1994:90)

Kesimpangsiuran ejaan bahasa Indonesia teratasi, bahasa Indonesia mempunyai ejaan yang sistematis yang dapat dijadikan landasan standardisasi tata istilah dan tata bahasa, penghematan tenaga dan biaya, bahasa Indonesia akan menjadi alat komunikasi yang efektif baik di Indonesia maupun di luar negeri, menja menjadi bahasa ilmu pengetahuan, dan akan memegang peranan penting dalam dunia internasional.

A.2  Pengertian Analisis

            Sebelum kita menganalisis berbaagai kesalaan ejaan terlebih dahulu kita mengetahui batasan analisis yang banyak ditemukan oloeh para ahli, Sirait (1987:75) mengatakan bahwa analisis adalah kemampuan untuk menguraikan suatu materi ke dalam bagiannya sehingga struktur organisasi dapat dipahami. Parera (1983 :1) berpendapat bahwa analisis merupakan suatu proses untuk menjelaskan gejala-gejala dalam dengan cara membedakan,mengelompokkan, menghubungkan, mengendalikan dan meramalkan.Dari kedua pendapat diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa analisis adalah suatu langkah penting yang merupakan proses di dalam kritik untuk memahami maksud dari berbagai unsur yang diteliti.

            Dalam Islam ada dijelaskan bahwa ayat yang pertama di turunkaan adalah menyuruh Nabi untuk membaca.Hal ini dapat dilihat dalam Surat Al-“Alaq ayat 1. Karena membaca merupakan kunci dari segala ilmu pengetahuan yang juga tak lepas dari penulisan yang benar, maka Nabi Muhmmadpun diperintahkan Allah SWT untuk membaca sebagai awal beliau menyampaikan firman Allah yang diturunkan kepadaNya. Selain dalam Surat Al-Alaq ayat 1 Allah juga menjelaskan lagi dalam al Qur’an yang artinya : “Hendaklah ada diantara kamu satu golongan ummat yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan melarang berbuat munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan”. Dari arti ayat diatas Allah menyuruh ummatNya untuk saling mengajak dalam kebenaran. Apabila ada salah satu diantara ummat berbuat salah agar diingatkan kembali supaya berbuat yang sesuai dengan ajaran agama islam.

A.3  Pengertian Bahasa

            Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Hal inin diperkuat oleh pendapat ahli yaitu Chaer dan Agustina (1995:19) bahwa bahasa sebagai alat untuk berinteraksi dan berkomunikasi, dalam arti menyampaikan pikiran, perasaan dan konsep.Pendapat ini diperkuat Mappotato (1992:42) yang mengatakan bahasa menjadi rangsangan luar yang membuat orang berpikir, menyampaikan informasi dan pikiran orang lain.

            Dari kedua pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa bahasa bersifat dinamis, merupakan rangsangan dari luar yang membuat orang berpikir terhadap masalah yang timbul dari luar bahasa. Dengan penambahan prefiks ber- yang berarti menggunakan, pada kata bahasa  menjadi berbahasa, bahasa dijadikan alat untuk menganalisis kesalahan didalam karangan. Karangan dapat menjadi media yang efektif untuk pengguna bahasa tulis dengan baik. Untuk mencapai penggunaan bahasa yang baik, karangan sebagai media tulis efektif merupakan lahan atau tempat yang memanfaatkan mutu daab kualitas berbahasa dengan aspek berbahasa.

A.4 Pengertian dan Tujuan Analisis Kesalahan Berbahasa       

            Sudah sering sekali kata analisis terlintas di telinga kita dan sudah pasti analisis sudah lumrah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari baik itu ketika sedang belajar pelajaran bahasa Indonesia di sekolah maupun kerika membaca atau mendengar berbagai jenis berita, Masoer Pateda  ( 1987 : 55) mengatakan bahwa  analisis kesalahan berbahasa adalah kajian terhadap kesalahan berbahasa yang menggunakan level ( tataran) bahasa dalam bahasa tulisan khususnya karangan.

Sedangkan tujuan analisis kesalahan berbahasa dapat diuraikan dalam analisis kesalahan berbahasa sebagai berikut :

1.  Adanya usaha untuk memahami proses belajar kedua serta menindaklanjutinya  dalam proses belajar mengajar.

2. Untuk menemukan kesalahan mengklasifikasikan, terutama untuk melakukan tindakan terbaik.

A.5  Aspek berbahasa yang perlu diperhatikan

Untuk dapat membuat atau menulis  sebuah karangan, artikel, berita dan lainnya dengan baik banyak hal yang perlu kita perhatikan yaitu

Huruf besar mencakup ketentuan, huruf besar dipakai sebagai:

  • Huruf pertama awal kalimat dan petikan langsung.
  • Dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan Tuhan, kitab suci, nama gelar.
  • Huruf pertama nama hari, bulan, hari raya, peristiwa sejarah.
  • Dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan, pangkat sapaan.
  • Dipakai sebagai huruf pertama kata ganti anda

Kata bertulisan miring mencakup tiga ketentuan:

  • Dipakai menuliskan nama buku, majalah, atau surat kabar.
  • Dipakai untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.
  • Dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf bagian kata atau frase.

Penulisan berbagai kata yang ditulis serangkai

Bentuk kata ulang yang ditulis dengan menggunakan tanda hubung (-) istilah khusus yang unsur-usurnya ditulis terpisah.

Kata ganti (ku,mu,nya) ditulis serangkai dan kata depan ditulis terpisah.

Kata si dan sang ditulis terpisah dan lah, kah ditulis serangkai

Singkatan (akronim) dapat ditulis diikuti dengan tanda titik dan tanpa tanda titik. Jika terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti tanda titik.

Pemakaian tanda baca mencakup:

  • Tanda titik ( diakhir kalimat, dibelakang angka dan huruf ).
  • Tanda koma  dipakai untuk perincian, memisahkan kalimat setara di belakang kata dan ungkapan.
  • Tanda titik dua dan titik koma, serta tanda hubung, tanda tanya dan tanda seru.

            Kelima aspek berbahasa diatas sangat menbantu kita dalam perbaikan bahasa tulis dan karangan untuk mewujudkan pemakaian ejaan yang baik  dan benar dalam bahasa tulis  melatih& kemampuan kita dalam menganalisa karangan.

  • Analisis Kesalahan Ejaan Surat Kabar WASPADA

Penulis hanya menganalisis kesalahan ejaan pada Surat Kabar Waspada edisi tahun 1982 yang terangkum dalam buku Berita Peristiwa 60 Tahun

WASPADA  berjudul Yang Menarik Dan Kontroversial Dalam Pemilihan Umum 1982. Berikut kesalahan ejaan yang teridentifikasi beserta pembetulan oleh penulis.

  • Kesalahan ejaan pada penulisan judul : Yang Menarik Dan Kontroversial Dalam Pemilihan Umum 1982.

Kesalahan yang terdapat pada kalimat di atas adalah penggunaan huruf kapital pada kata hubung dan dan dalam. Dalam penulisan judul, kata hubung seperti dan, di, atau dan lain-lain tidak boleh menggunakan huruf kapital kecuali pada awal kalimat.

Perbaikan : Yang Menarik dan Kontroversial dalam Pemilihan Umum 1982.

  • Kesalahan ejaan pada paragraf pertama pada awal kalimat yaitu PEMILIHAN umum ( Pemilu ) 1982 berlangsung meriah, cukup tertib, terbilang aman dan berjalan lancar.

Kesalahan yang terdapat pada kalimat di atas jelas sekali yaitu penggunaan huruf kapital pada keseluruhan kata yang mengawali kalimat. Padahal pengggunaan huruf kapital hanya pada huruf awal yang mengawali kalimat tersebut.Kemudian kalimat tersebut belum efektif

Perbaikan : Pemilihan umum ( Pemilu ) 1982 berlangsung meriah, cukup tertib, aman dan lancar.

  • Kesalahan ejaan yaitu penggunaan huruf kapital dalam kutipan langsung.

Sejumlah kasus yang kita catat menarik selama Pemilu 1982 di antaranya: Perintah tembak di tempat oleh Pangkopkamtib Sudomo terhadap pengacau pada hari penyoblosan.

Kesalahan kalimat diatas adalah penggunaan kata depan di, untuk keadaan seperti diatas seharusnya digabung karena mereka adalah kata dasar dengan satu kesatuan. Kalimat tidak efektif. Penggunaan huruf kapital yang kurang tepat pada kata pemilu dan perintah dan juga penggunaan kata titik dua. Seharusnya jika itu ingin menunjukkan perincian bukan hanya satu macam saja yang dirincikan.

Perbaikan : Sejumlah kasus yang tercatat menarik pada pemilu 1982 diantaranya adalah perintah tembak di tempat oleh Pangkopkamtib Sudomo terhadap pengacau pada hari penyoblosan.

  • Kesalahan dalam penggunaan kata-kata yang sulit di mengerti

Di Jakarta surat kabar harian Pelita dibredel karena memuat hasil-hasil perhitungan suara tidak dari sumber resmi ( LPU ). Golkar akhirnya meraih kemenangan menyolok kecuali di Daerah Istimewa Aceh.

Perbaikan : Di Jakarta surat kabar harian Pelita di selidiki karena memuat hasil-hasil perhitungan suara tidak dari sumber resmi ( LPU ). Golkar akhirnya meraih kemenangan penuh kecuali di Daerah Istimewa Aceh.

  • Lima hari menjelang hari – H Pemilu, Pangkopkamtib Sudomo dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, …

Kesalahan kalimat diatas adalah penggunaan kalimat hari – H . kalimat tersebut kurang tepat.

Perbaikan : Lima hari menjelang hari pencoblosan, Pangkopkamtib Sudomo dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, …

  • Gubsu EWP Tambunan selaku Ketua PPD ( Panitia Pemilihan Daerah )  mengharapkan Pemilu berjalan lancar,aman, bebas dan rahasia.

Kesalahan dalam penggunaan singkatan .

Perbaikan: Gubernur Sumatera Utara Ewp Tambunan selaku ketua PPP ( Panitia Pemilihan Daerah ) mengharapkan pemilu berjalan lancar, aman , bebas dan rahasia.

  • Masa tenang ini harus dipertahankan agar pada hari penyoblosan nanti masyarakat bergairah ke TPS ( Tempat Pemungutan Suara ), menunaikan kewajiban politiknya  ( memberikan suara ) , kata Gubsu dalam pidatonya dilayar TVRI Stasiun Medan , Minggu malam, 2 Mei.

Perbaikan: “Masa tenang ini harus di pertahankan agar pada hari penyoblosan masyarakat bersemangat ke TPS ( Tempat Pemungutan Suara), melaksanakan kewajiban politiknya untuk memberikan suara”, jelas Gubernur Sumatera Utara dalam pidato yang disampaikan di layar TVRI stasiun Medan, Sabtu, 2 Mei.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil analisis ini adalah masih banyak sekali kesalahan-kesalahan yang ditemukan di dalam surat kabar WASPADA,1982.

Faktor-faktor yang menyebabkan masih banyak di temukannya kesalahan pada ejaan surat kabar diantaranya :

  • Deadline penerbitan surat kabar

Seperti telah kita ketahui bahwa semua media massa mempunyai deadline penerbitan,tak terkecuali surat kabar. Sebab, bila tidak ada deadline maka surat kabar akan terbit tidak teratur dan nilai beritanya menjadi basi. Oleh karena deadline penerbitan yang sangat dekat, penulis berita menjadi kurang memerhatikan kaidah penggunaan ejaan dalam penulisan beritanya.

  •  Ketidaktelitian editor

Setelah berita selesai ditulis oleh jurnalis, berita melalui proses pengeditan oleh editor. Editor mempunyai kapasitas terbatas untuk mengedit dengan waktu yang sangat singkat karena dikejar deadline. Hal ini menyebabkan tingkat ketelitian editor menjadi berkurang. Akibatnya, terdapat kesalahan ejaan saat surat kabar sudah dicetak.

  • Kurangnya pengetahuan tentang EYD

Selain kedua faktor di atas, kurangnya pengetahuan tentang EYD menjadi faktor lain banyaknya kesalahan ejaan pada berita tersebut. Seharusnya penulis berita dan editor mempunyai pengetahuan dasar tentang EYD sebelum membuat dan mengedit berita.Masalah ini dapat diatasi dengan membaca buku-buku tentang EYD atau bertanya langsung kepada ahli bahasa Indonesia.

  • Perbedaan stylebook surat kabar dengan EYD

Stylebook adalah sebuah pedoman penerbit untuk menerbitkan materi tulisannya. Stylebook digunakan oleh penulis dan editor sebagai pedoman penulisan suatu jenis tulisan. Perbedaan stylebook dengan EYD mengakibatkan banyaknya kesalahan ejaan di tinjau dari kaidah EYD. Kesalahan ini adalah disengaja karena penulisan berita mengacu pada stylebook penerbit: Surat Kabar Harian SOLOPOS. Alasan penggunaanstylebook yang berbeda dengan kaidah EYD kemungkinan bertujuan untuk menghemat surat kabar yang sangat terbatas.

Oleh karena Itu marilah kita bersama- sama meningkatkan keterampilan   berbahasa terutama   dalam bidang keterampilan menulis.

2. Saran

2.1. Bahasa sebagai alat komunikasi diharapkan mampu mengembangkan pikiran, wawasan secara kreatif , khususnya dalam bidang tulisan yang dimuat dalam koran baik itu dalam bentuk artiekel ,laporan berita dan lainnya untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, pengalaman atau kesan.Dengan adanya sikap kreatif mampu menumbuhkan potensi tanpa mengesampingkan kebahasaan yang ada.

2.2 Media dari berbagai tulisan diharapkan mampu meningkatkan mutu kebahasaan.  Dengan ketentuan EYD yang berlaku dan aspek kebahasaaan yang ada.

2.3  Merutinkan latihan untuk mewujudkan potensi kebahasaan khusunya pada para  penulis berita dalam koran atau surat-surat kabar.

Terimakasih sudah membaca teman, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan ya.

logo blog nanda sri wahyuni
+2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..