Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengabdian, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dinginnya malam.

Kalo kita bertanya, aku sama sekali tidak berminat masuk kedokteran apalagi menjadi dokter. Namun, beberapa hal telah membawaku pada titik ini. Dan inilah saya mahasiswi semester akhir yang lagi mikirin bagaimana dapat penghasilan sedini mungkin karena aku sadar bahwa perjalanan menjadi dokter adalah perjalanan panjang yang tak akan pernah ada habisnya. Dokter adalah long life learner. Pembelajar seumur hidup. Menjadi dokter adalah memilih jalan terjal lagi mendaki untuk meraih cita-cita. Bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi ridho Allah yang senantiasa kita perjuangkan.

Tapi kalau ditanya, apa sih jurusan yang paling bergengsi dan elit di Indonesia? Pasti sebagian besar akan menjawab “KEDOKTERAN” karena memiliki passing grade tertinggi diantara semua jurusan. Apasih motivasi kita mau masuk Fakultas Kedokteran? Motivasi setiap orang pasti bermacam-macam ya.

“Saya dari kecil memang pengen jadi dokter.”

“Buat bisa bantu banyak orang atau biar bisa kaya raya.”

         “Di suruh orangtua karena jadi dokter kan udah di jamin, jadi ga perlu susah cari kerja.”

                       “Pengen jadi idaman calon mertua atau karena suka biologi.”

Apapun itu motivasinya, sebenarnya boleh-boleh saja. Yang paling penting luruskan niat supaya hari-hari yang berlalu gak sia-sia. Kita harus tahu alasan menjadi dokter apa?

                                                  MAU JADI DOKTER YANG SEPERTI APA?

Apa sih  Ilmu Kedokteran itu?          

Ilmu Kedokteran adalah ilmu yang mempelajari cara kerja tubuh manusia, kesetimbangannya, faktor-faktor yang dapat mengganggu fungsi dan kesetimbangan tersebut, serta cara mempertahankan dan mengembalikan ketidakseimbangan dan gangguan fungsi tersebut ke fungsi dan kesetimbangan yang normal.

Jadi, dulu aku waktu SMA suka biologi yang bab hewan dan tumbuhan wkwkkw. Akhirnya, setelah masuk dunia kedokteran benar-benar sedikit banget nyinggung hal itu, fokus ke manusia dan segala macam penyakit beserta penyembuhannya. Jadi, aku cukup kaget dan sedikit tertekan di awal semester satu,guys.

Apa aja sih skilss yang harus dimiliki seorang dokter? Berikut iniLima Karakter Bintang Menjadi Seorang Dokter yang harus kita ketahui:

  • Care-provider (Memberi Pelayanan dan Perawatan)

Dalam memberikan pelayanan medis, seorang dokter hendaknya:

  • Memperlakukan pasien secara holistik
  • Memandang Individu sebagai bagian integral dari keluarga dan komunitas.
  • Memberikan pelayanan yang bermutu, menyeluruh, berkelanjutan dan manusiawi.
  • Dilandasi hubungan jangka panjang dan saling percaya.
  •  Decision Maker.
    Seorang dokter diharapkan memiliki:
  • Kemampuan memilih teknologi
  • Penerapan teknologi penunjang secara etik.
  • Cost Effectiveness
  •  Communicator.
    Seorang dokter, dimanapun ia berada dan bertugas, hendaknya:
  • Mampu mempromosikan Gaya Hidup Sehat
  • Mampu memberikan penjelasan dan edukasi yang efektif.
  • Mampu memberdayakan individu dan kelompok untuk dapat tetap sehat.
  • Community Leader.
    Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, seorang dokter hendaknya:
  • Dapat menempatkan dirinya sehingga mendapatkan kepercayaan masyarakat.
  • Mampu menemukan kebutuhan kesehatan bersama individu serta masyarakat.
  • Mampu melaksanakan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  • Manager.
    Dalam hal manajerial, seorang dokter hendaknya:
  • Mampu bekerja sama secara harmonis dengan individu dan organisasi di luar dan di dalam lingkup pelayanan kesehatan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasien dan komunitas.
  • Mampu memanfaatkan data-data kesehatan secara tepat.

 Selain itu kita juga perlu memiliki beberapa skilss yang menunjang ketika dalam proses pembelajaran :

  1. Kemampuan Memahami Konsep dari segala bidang Ilmu Dasar Kedokteran seperti Anatomi, Histologi, Fisiologi dan Biokimia
  2. Kemampuan Berpikir Kritis terutama dalam menghadapi segala kemungkinan-kemungkinan kondisi pasien apabila sudah dihadapkan ke dalam banyak kasus penyakit.
  3. Kemampuan Memahami Bahasa Inggris karena hampir semua materi pembelajaran seperti textbook, jurnal ilmiah menggunakan Bahasa Inggris sebagai Bahasa pengantar.
  4. Kemampuan Beradaptasi dan Kerjasama Tim karena sampai kapanpun kit ga bakal bisa main tunggal dan hidup sendiri di dunia kedokteran ini.

Tahapan Sekolah di Fakultas Kedokteran

Jadi guys, sistem pembelajaran di FK cukup berbeda dengan fakultas lainnya di Universitas. FK memiliki sistem BLOK dalam pembelajarannya sudah ditentukan jadwal tertentu yang disusun pihak fakultas sementara fakultas selain FK adalah sistem SKS yang tidak mematok berapa tahun harus lulus.

Durasi untuk menyelesaikan studi menjadi dokter adalah MINIMAL 6 tahun. Angka 6 tahun itu kalo kita rajin belajar dan konsisten. Kalo kuliah kita males-malesan, ya bisa jauh lebih lama dari itu misalnya ga lulus-lulus ujian. Tergantung pula sistem masing-masing universitas.

  1. Program S1 Kedokteran

Setelah kita dinyatakan lulus dan diterima sebagai mahasiswa baru jurusan Kedokteran, kita akan menjalani Program Sarjana Kedokteran. Pada program ini, kita tidak akan belajar dengan Sistem Kebut Semalam karena mustahil menelan ilmu ribuan halaman dalam semalam. Kita juga tidak akan mengikuti sistem kredit atau SKS dalam menjalani kuliah seperti jurusan kuliah lain. Kita akan menjalani sistem blok. Tapi pada kenyataannya saya dan mungkin beberapa dari teman yang lain masih sangat kewalahan menghadapi banyak materi yang disuguhkan setiap harinya hingga tak jarang Ketika ujian blok sistem kebut semalam. Hehehe

Dalam 1 blok, kita akan belajar tentang SATU sistem organ, mulai dari fungsi dasarnya, penyakit-penyakitnya, obat-obatan yang bisa bekerja di sistem organ tersebut, cara pemeriksaan pada pasien dan intepretasi pemeriksaan laboratorium pada kasus gangguan organ tersebut. Contoh-contoh blok di Sekolah Kedokteran:

  • Fundamental and Basic Sciences seperti anatomi, fisiologi, histologi dan biokimia.
  • Sistem Respirasi dan Kardiologi
  • Sistem Reproduksi
  • dll

Satu semester terdiri dari beberapa blok beserta mata kuliah pendukung. Semester satu adalah semester yang paling melelahkan, guys. Jangan Menyerah yah, hehehe.

Pada akhir masa tiap blok, kita akan menghadapi beberapa jenis ujian:

  1. Ujian Osce

Ujian keterampilan dengan menjadi dokter dan  memeriksa “pasien pura-pura” atau manekin dan menafsirkan hasil pemeriksaan menjadi diagnosis. Ujian ini terkenal “horror” di kalangan mahasiswa Kedokteran karena dilaksanakan dalam waktu singkat dan diawasi langsung oleh dokter penguji. Paling memacu adrenalin lahh.

  • Ujian Teori Tertulis & Ujian Praktikum

               Masing-masing universitas mungkin berbeda-beda ya. Kalau di FK USU sendiri, setelah selesai satu blok sekitar tiga minggu proses belajar, kita akan ikut ujian MID BLOK. Untuk UTS (Ujian Tengah Semester) hanya matakuliah pendukung saja. Kemudian di akhir semester akan adalah ujian FINAL BLOK. Jadi, blok-blok awal yang sudah kita pelajari beberapa bulan lalu akan di uji kan lagi di ujian akhir ini. Ini juga cukup sulit, guys! apalagi jika soalnya bikin pusing. Tammat lah sudah, nilai rantai Carbon akan mampir di portal. Oiya, ujiannya udah sistem CBT (Computer Based Test) yaa.

  1. Ujian Seminar Proposal & Hasil Penelitian

Memasuki tahun terakhir perkuliahan, kita akan lanjut mengerjakan Skripsi. Setelah skripsi, kita pun bisa lulus S1 dan menjalani wisuda sebagai Sarjana Kedokteran (S.Ked). Waktu yang dibutuhkan untuk lulus S1 adalah sekitar 3,5 tahun. Inget ya, lulus S1 status kita itu baru jadi seorang Sarjana Kedokteran, belum jadi dokter. Untuk jadi dokter itu masih sangat jauh langkah yang harus ditempuh.

2. Program Profesi Dokter (Co-Ass)

Perjuangan belum selesai ketika kita wisuda S1 Kedokteran. Kita “baru dapat ilmunya”, tapi belum bisa bekerja sebagai dokter profesional. Oleh karena itu, kita akan lanjut mengambil Program Profesi Dokter dan menjadi dokter muda, atau istilah populernya Koas.

Pada program Profesi Dokter, kita akan masuk ke tahap stase (di negara lain sering disebut rotasi). Kita akan dirotasi dari bagian ke bagian di rumah sakit untuk mempelajari kasus-kasus dokter umum yang tertera di Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Ada sekitar 400an kasus yang harus bisa kita tangani tanpa bantuan, seperti penyakit dalam, bedah, penyakit anak, kandungan, dll. Pada masa ini, seorang koas tidak akan digaji. Malahan kita masih tetap harus bayar biaya pendidikan ke pihak fakultas supaya bisa belajar di RS.

Beberapa orang sangat senang saat masuk sistem rotasi ini karena mereka bisa berinteraksi dengan pasien langsung serta melihat kasus di kehidupan nyata, bukan pada lingkungan yang sudah di-setting saat kuliah. Di sisi lain, beberapa ada yang sangat tidak menikmati sistem ini (sangat tersiksa) karena sudah dihadapkan oleh kenyataan bahwa seorang dokter harus tahan bekerja 24 jam.

Pada akhir tiap stase/rotasi, akan ada ujian juga. Metode ujian yang pasti kita hadapi adalah Mini Case Examination (Mini-C-Ex): kita akan mewawancarai, memeriksa, menganalisis, serta meresepkan obat pada seorang pasien langsung sambil diawasi dosen/preceptor. Pada beberapa rotasi dan bagian, kadang ada ujian tambahan, seperti ujian lisan, ujian baca foto rontgent pada bagian radiologi, dll.

Kita akan terus mengikuti ritme ini sampai sekitar 1,5-2 tahun hingga kita dinyatakan lulus program profesi dokter.

  • Ujian UKMPPD

Setelah kita lulus semua rotasi, kita wajib mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). UKMPPD ini akan menguji keterampilan dan pengetahuan kita untuk menangani 400an kasus yang ada di SKDI. 400an kasus ini lah yang harus dapat kita tangani baik secara sebagian atau penuh ketika kita bekerja menjadi dokter umum nantinya.

  • Lulus Dokter

Persiapan Ujian Sertifikasi dan pengurusan hal administrasi lainnya bisa memakan waktu 3-6 bulan. Jika sudah dapat tanda lulus UKMPPD, fakultas akhirnya menyandangkan gelar dokter. Kita akan mengikuti wisuda (lagi) dan mengikrarkan Sumpah Dokter. Oke, sampai tahap ini kita bisa dibilang sudah bisa berhasil menyandang status sebagai seorang dokter. Horeee…!! Eit, tunggu dulu. Walaupun sudah jadi dokter, tapi kita belum boleh praktik!

  • Internship

Guys, seorang dokter di Indonesia baru bisa praktik kerja sendiri jika sudah mengantongi 3 hal berikut:

  1. Gelar profesi dokter dari universitas
  2. Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh Konsili Kedokteran Indonesia
  3. Surat Izin Praktek (SIP) yang diterbitkan oleh Ikatan Dokter Indonesia cabang setempat

Pada masa Internship yang berlangsung 1 tahun ini, kita akan praktik kerja untuk mendapatkan STR paten. Kita akan praktik kerja layaknya dokter umum, tetapi masih berada di bawah tanggung jawab dan perlindungan dokter umum lain yang senior.

Masa ini tentu saja berbeda dengan masa sekolah. Jasa kita pada masa ini lebih “dianggap” karena kita akan “digaji” atau mendapat bantuan biaya hidup dari pemerintah yang nominalnya saat ini kurang lebih sama dengan Upah Minimum Regional di Jakarta. Kita juga memiliki kemandirian yang lebih besar dalam menentukan pemeriksaan dan penanganan pasien. Atasan kita bukanlah dosen lagi, melainkan pendamping Internship yang juga adalah dokter umum.

  • Praktik Mandiri

Setelah lulus Internship sesuai ketentuan pemerintah dan penilaian pendamping internsip, kita bisa mendaftar untuk mendapatkan STR paten yang nomornya akan kita pegang seumur hidup, kecuali jika kita belajar spesialis. Setelah mendapatkan STR ini lah kita akhirnya bisa bekerja dan berkarya di masyarakat. Menurut peraturan yang ada sekarang ini, seorang dokter boleh memiliki 3 SIP atau bekerja di 3 tempat yang berbeda.

  • Lainnya

Wah panjang sekali ya, belum selesai juga jalurnya. Hahaha. Jika kita tidak puas menjadi dokter umum saja, ada beberapa pilihan jenjang karir yang bisa kita pilih:

A. Program Profesi Spesialis

Kita bisa menajamkan keilmuan untuk menjadi dokter spesialis yang khusus menangani satu bidang penyakit saja dan menjadi dokter rujukan dari bidang-bidang lainnya. Kita bisa cari sendiri ya bidang spesialis yang bisa diambil di Indonesia, kepanjangan kalo dibahas di sini. Rata-rata program spesialisasi ini berlangsung antara 4-5 tahun.

B. Administrasi Sistem Kesehatan & S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Kita dapat belajar menjadi administrator atau manajer suatu sistem kesehatan atau rumah sakit. Atau kita ingin bekerja sebagai Kepala Puskesmas? Gelar S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat lah yang harus diambil. Selain menjadi dokter, kita bisa menjadi bagian dari birokrasi tenaga kesehatan yang bekerja di Indonesia.

C. S2 Penelitian/Keilmuan

Cabang ini bisa kita ambil jika ingin menjadi dosen atau peneliti medis.

D. Lain-lain

Tentu saja ada cabang-cabang lain, seperti dokter yang bekerja di perusahaan asuransi atau perusahaan farmasi. Bisa juga bekerja di luar dunia Kesehatan menjadi ibu rumah tangga atau blogger mungkin? Oiya, jangan lupa untuk ikut organisasi yaa. Seru banget nambah pengalaman.

Tetap semangat ya guys, apalagi di masa pandemi ini. Walaupun semua serba online kayak seminar proposal lewat skype, wisuda S.ked juga lewat video dan koas juga dari e-learning. Semoga semua ga sia-sia yaa. Aamiin. Jadi, masih berminat masuk fakultas kedokteran? Yuk komen di kolom komentar. Terimakasih sudah membaca.

Nanda Sri Wahyuni Pulungan, Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

logo
+1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..