Merdeka adalah satu kata yang kompleks dengan beragam perspektif. Kemerdekaan itu juga soal memberi ruang antara stimulus dan respon, lalu memilih bagaimana cara kita menghadapinya. Stres adalah bagian kehidupan. Stres dibutuhkan manusia untuk berkembang dan berkarya. Kurang stres itu tidak sehat dan terlalu banyak stres juga tidak sehat. Stres adalah reaksi emosional/tubuh terhadap tuntutan fisik, psikologis dan emosional berupa perasaan tertekan atau ketegangan dalam hidupnya.

Stres adalah fakta kehidupan. Kenapa stres yang sama direspon berbeda oleh seseorang? Stres yang dikelola dapat berguna dan sehat jika kita merespon dan melihat peristiwa sebagai tantangan. Stres yang tidak dikelola akan menjadi sulit dan tidak sehat melihat peristiwa sebagai ancaman. Percayalah, tubuh dan pikiran saling terpengaruh.

          Banyak hal yang bisa menjadi faktor pencetus stres, diantaranya adalah harapan yang kita tempatkan pada diri sendiri. Ketika kita gagal melakukan sesuatu yang sudah direncanakan dengan matang, seringkali kita menghakimi diri sendiri. Ya, penghakiman itu sering berasal dari dalam diri sendiri. Kita menganggap segala sesuatu secara personal dan terlalu serius. Selalu bekerja dan berprestasi demi mendapatkan pengakuan orang lain, lalu setelah kepuasan dan pengakuan itu habis, terus menerus bekerja lagi tanpa mengenal istirahat untuk memenuhi kebutuhan itu. 

Jika ditolak orang lain sudah cukup sakit, jauh lebih sakit lagi rasanya bila kamu ditolak oleh dirimu sendiri.

~Nanda sri wahyuni~

Jadi, berhentilah membanding-bandingkan dirimu dengan oranglain. Entah itu dalam hal prestasi, kekayaan, kecantikan atau popularitas. Kamu hanya boleh membandingkan dirimu dengan dirimu sendiri, dengan dirimu di masa lalu. Mungkin kamu tidak sadar sudah banyak bertumbuh dan melakukan perubahan secara fenomenal. Kembalikan dirimu pada tempatnya.

Beri waktu pada dirimu untuk menemukan kembali hal-hal indah dan berharga yang sudah dicuri, direnggut darimu setiap kali kamu mengalami kegagalan atau dikhianati.

          Stres juga bisa berasal dari harapan oranglain kepada kita yang tidak bisa kita penuhi. Kita tidak bisa selalu memenuhi harapan oranglain, harus mengikuti kemauan orang lain dan mementingkan kebahagiaan oranglain daripada diri sendiri. Seringkali, kita menjelma menjadi people pleasure. People pleasure adalah seseorang yang selalu berusaha melakukan atau mengatakan hal yang menyenangkan oranglain, sulit mengatakan tidak terhadap permintaan orang lain meski bertentangan dengan apa yang dia pikirkan atau rasakan. Ini dia lakukan agar orang tidak kecewa padanya, agar disukai oranglain, ia membentuk dirinya sesuai harapan oranglain dan punya kebutuhan yang tinggi untuk diterima oranglain.Stres juga bisa berasal dari lingkungan fisik dan internal disekitar kita seperti kebisingan, perubahan cuaca, tekanan akademis, frustasi, orangtua, keluarga kekurangan waktu, keputusan dan kehidupan sosial dalam pertemanan.

Apa saja gejala stres yang tidak terkelola dengan baik ?

  • Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, merasa tegang, mudah tersinggung, mudah marah, lelah atau tertekan
  • Kurang minat, penurunan kemampuan konsentrasi dan apatis
  • Perilaku menghindar : penyalahgunaan obat-obatan, alkohol dan tembakau

Bagaimana cara mengelola stress secara efektif?

  • Jagalah keseimbangan dalam hidup; jangan berlebihan belajar atau bermain
  • Ketahui dan terima orang yang seperti apa dirimu. Ketahuilah kekurangan dan kelemahanmu kemudian mulai perbaiki secara bertahap dan pelan-pelan saja.
  • Dapatkan pemeriksaan fisik secara menyeluruh ke dokter.
  • Ambillah waktu menyendiri supaya terhindar dari bisingnya suara-suara luar yang memenuhi pikiranmu terutama saat belajar.
  • Perluas jaringan pendukung dan perkuat pertemanan. Temukan teman yang baik dan saling menguntungkan. Buat yang sedang merasa sakit, belajarlah bercerita dan pilihlah orang yang tepat untuk mendengarkan ceritamu. Buat yang sedang mendengarkan cerita yang menyakitkan, belajarlah untuk mendengarkan saja tanpa menghakiminya. Hindari perkataan, “Ah, cobaanmu segitu saja sudah banyak mengeluh, yang kurasakan lebih sakit”, “Kamu lemah banget!”. Pilihlah susunan kata yang baik dan tidak menyakiti hati. Setiap orang berbeda-beda dalam merespon segala sesuatu.
  • Berolahraga secara teratur minimal tiga kali dalam seminggu.
  • Atur pernapasan dan perbanyak berjalan
  • Pelajari dan latih keterempilan relaksasi
  • Pelajari setiap mata pelajar, kuliah, secara teratur dan periode bertahap. Jangan menunda & menumpuk-numpuk pekerjaan. Lakukan selagi bisa, jangan selalu menunggu waktu luang.
  • Diskusikan masalah dengan teman, keluarga, guru dan mintalah nasehat. Jangan memendam perasaanmu terus menerus.
  • Jika tidak nyaman untuk bercerita, mulailah menulis di buku harianmu.

Mulailah untuk berani mengatakan tidak untuk hal yang tidak kamu sukai. Ungkapkan pendapatmu sendiri tentang sesuatu, sesederhana apapun itu. Yuk, mulai mengambil sikap terhadap segala hal yang kita yakini. Kita tidak perlu berusaha disukai semua orang karena disukai semua orang juga tidak mungkin. Selama kita secara umum menyukai diri sendiri dan disukai oleh orang yang menyukai kita dengan segala kekurangan dan kelebihan kita. Itu sudah cukup.

Jangan terlalu banyak mikir dan dipikirkan. Jangan-jangan itu semua hanya teater dalam pikiran kita dan tidak nyata. Tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja. Kita hanya perlu menerima.

Nanda Sri Wahyuni

Mulailah untuk mencintai dirimu sendiri. Stress tidak bisa kita hindari, masalah juga datang silih berganti tapi kita bisa mengenali penyebab stres dan bagaimana cara menguranginya. Sehingga kita dapat menjalani kehidupan dengan layak, nyaman dan bahagia. Ciptakan lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan suasana yang kondusif. Jangan lupa untuk selalu mendekatkan diri dengan Tuhan. Semua hanya sementara. Hidup hanya sekali, mari lebih menjadi lebih berarti.

Salam,

+1

5 Comments

  1. Setuju sekali dengan tips diatas, masalah itu pasti selalu ada dalam hidup. Selama kita bisa kelola stress dengan baik, tentu kita bisa menjalani setiap masalah dengan baik pula dan pastinya tanpa stress berkepanjangan. Terima kasih tipsya ya.

    0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..