Kau kah itu teka-teki yang tak menepati janji?

Kau kah itu mozaik-mozaik yang selalu berusaha ku susun rapi tapi tetap ingkar diri dan tak mengikuti nurani?

Kau kah itu laki-laki yang ku cintai?

Ku bawa padamu seikat bunga harum kesturi.

Tapi, kau bilang aku si biang keladi yang membuatmu selalu risau karena rindu yang tak tahu diri selalu menghampiri.

Ku bawa padamu sepaket hati yang berisi suka, duka, bahagia dan kekesalan rasa berdilema

Tapi, kau takut membukanya.

Ku bawa padamu payung untuk melindungimu dari serbuk-serbuk hujan yang tak kunjung reda.

Tapi, kau takut melewatinya karena banyaknya sisa-sisa genangan yang ditinggalkan yang tidak memperdulikan lara.

Kau kah itu laki-laki yang ku sayangi?

Kau kah itu yang selalu bersembunyi?

Kau kah itu yang selalu menyimpan rasamu sendiri?

Kau kah itu laki-laki yang harus ku biarkan menepi dan pergi?


Jawab!
Mengapa harus ada hitam jika putih menyenangkan?

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..