BA

Gita puji pada bibirku

Dikala senja,ku berdiri di tepi lautan

Dikala fajar,ku duduk di tengah rimbun hutan

Dikala siang, ku terbaring menatap gerombolan awan

Tak ku jumpai secuil saja cacat yang  lecet

Malah aku yang risau

Syukurku mengapa tersendat?

Mengeluhku yang terus kumat

Lamat-lamat relung sukmaku menarikku untuk merenung

Semesta merekah gagah

Seperti perahu ia melengkung

Kicau burung-burung menuturkan

Dibawahnya ada satu titik

Eksistensinya tak terbantahkan

Mau dirubah bagaimanapun, diperbesar, diperkecil

Ia tetap titik

Pemegang kendali dunia

Yang bisa dengan saja membalikkan perahu dunia, hancur luluh lantak

1 Juni 2017

+2

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..