Banyak hal-hal kecil di dunia ini yang seringkali kita anggap sepele dan terlewatkan saja.

Mulai dari percikan bersin dalam air liur pun mengandung banyak bakteri atau virus. Bahkan ketika tidak sengaja menyentuh bagian tubuh yang terkena panu kemudian menyentuh bagian lainnya, bisa tertular. Begitupun ketika melihat seseorang belekan yang sudah masuk konjungtivitis viral, ketika kita melihatnya dengan kontak mata, bisa menular kepada kita.
Makanan-makanan yang dipegang berulangkali dipasar, berdebu, terkontaminasi kotoran sering tidak kita hiraukan efeknya.
Karena memang bisa jadi pertahanan tubuh, imun kita masih sangat kuat.

Sebelum pandemi dan sebelum masuk kuliah di fakultas kedokteran, aku juga termasuk orang yang kurang perhatian dengan kesehatan. Karena memang aku jarang banget sakit, tapi sekali sakit bisa berbulan-bulan. Dan kutahu kemudian bahwa ibu ku juga seperti itu polanya.

Sering sekali, karena kita merasa sehat kita anggap dirikita sehat. Padahal sebenernya, ga harus sakit dulu baru cek kesehatan.
Tapi apalah daya, memang masih saja uang yang menjadi kendala…
Tapi jangan sampai, kita mengorbankan oranglain, membodoh2i mereka, hanya untuk tujuan uang, uang dan uang.

Terkadang benar juga istilah “Kesehatan itu Mahal.”

Kesehatan itu Mahal

Jangan diabaikan. Allah udah kasih semuanya kepada kita, kulit yang dari bayi mulus, rambut, telinga, mata. Tapi entah jadi apa sekarang, tergantung bagaimana kita menjaga dan merawatnya. Sebagaimana bentuk syukur kita kepada Allah.

Allah menjadikan siang dan malam silih berganti. Siang untuk bekerja dan malam istirahat. Namun, banyak mengais validasi hingga tak tidur2, tak makan-makan, tak bekerja hingga banyak bermunculan penyakit.
Semua karena siapa?

Alam pada mulanya Allah ciptakan seimbang, aman, damai.
Kemudian berubah seiring berjalannya waktu.

Yuk, tetap jaga kesehatan!

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..