(Dream, Action & Pray)

Judul              : Limitless

Penulis            : Nadhira Afifa

Harga             : Rp 87.500 (Luar Pulau Jawa)

Tebal              : iv + 232 hlm

Ukuran           : 13X19 cm

Penerbit         : Mediakita

ISBN               : 978-979-794-624-1

Tahun terbit  : Maret, 2021

Sekilas Info:

Nadhira Afifa, mahasiswi asal indonesia, yang menempuh pendidikan s2 di departemen of Global Health & Population, Harvard TH Chan School of Public Health.Yang menjalani masternya melalui beasiswa LPDP dan sekarang menjadi staf eksekutif menteri kesehatan RI.

(BOOK REVIEW)  Limitlees karya Nadhira Afifa – Saya mulai mengikuti kak Nadhira di instagram ketika videopidatonya di wisuda Harvard viral di sosial media, sekitar mei 2020. Semakin sering mendengar namanya, semakin kepengen ngulik sana sini tentang kisah perjalanan hidupnya. Rasa antusias dan kagum semakin bertambah setelah menonton video kak Nadhira di youtube. Saya sangat tertarik dengan orang-orang luarbiasa yang mau bermimpi tinggi dan rendah hati untuk berbagi ilmu.

Kebetulan saya juga mahasiswi kedokteran di Universitas Sumatera Utara dan pengen juga bisa kuliah di Harvard University. Saya juga tertarik untuk S2 dulu daripada mengambil spesialis dan dari dulu pengen banget keliling dunia. Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan dan menggoda marabahaya dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka.

Melihat kak Nadhira bisa diskusi langsung dengan profesor di Harvard, pergi ke Tanzania, Afrika selama dua puluh hari untuk menangani nutrisi anak-anak kurang mampu di daerah itu. That was so amazing! Menjadi followersnya di sosmed membuat saya tahu kesehariannya dan kak Nadhira keren banget. Seriosly!  Membayangkan Harvard saja sudah membuatku merinding apalagi bisa mengenyam pendidikan disana dengan kondisi sudah menikah dan harus LDR dengan suami. Itu adalah pilihan yang sulit, tapi kak Nadhira berhasil melaluinya.

Jadi, sudah tidak heran ketika tahu kak Nadhira akan menerbitkan buku, aku sangat antusias dan ingin sekali. Awalnya saya tahu infonya terlambat karena sempat puasa sosmed selama sebulan. Ketika pengen ikut Pre-Order, ga bisa ikutan karena sudah ditutup. Harapannya sih nanti akan beli di toko buku saja. Sempat berminggu-minggu pengen banget ke toko buku tapi belum sempat karena kesibukan selama koas dan juga ga ada teman yang bisa diajak bareng kesana.

Aku itu orangnya kalau udah pengen satu buku ya harus beli. Karena keinginan untuk beli buku limitless ini sudah mencapai puncak, aku sempat badmood karena rumornya buku cetakan pertama sudah habis.  Tapi, akhirnya aku tetap pergi ke toko buku Gramedia Gajah Mada, Medan, sendiri. Dan sudah tidak terhitung berapa kali ke toko buku sendirian. Setiap ke toko buku adalah waktuku untuk menikmati “Me Time

Kulihat-lihat di rak utama, pupus sudah harapanku karena tidak ku temukan.

“Mungkin sudah habis ya, pikirku. Aku sedih sih.”

Selang setengah jam keliling-keliling lihat-lihat buku, aku nemuin buku Limitless di rak tengah. Karena senangnya, aku langsung ambil satu dan dipeluk. Ini pertama kalinya, aku ngerasa sebahagia itu ketika lihat buku. Aku tidak tahu magnet apa yang ada dalam diri kak Nadhira hingga bisa buat aku sekonyol itu. Hahaha. Yang jelas sih, karena aku lagi demotivated banget sama dunia perkoasan, ga tahu mau menghadapinya gimana dan rasanya pengen berhenti tapi sudah terlanjur kejebur.  Dan untuk mengembalikan mood dan motivasi belajar lagi, aku pikir cara paling ampuh adalah baca buku kak Nadhira itu. Harapannya impianku untuk menyelesaikan kuliah kedokteran ini bisa berkobar lagi.

Butuh waktu beberapa hari untukku membaca buku ini, karena bertepatan juga setelah beli buku, besoknya jadwal koas ke rumah sakit untuk pertama kalinya ditambah ada teman yang menginap di kos, jadi ga mungkin sibuk sendiri kan?  Aku kalau udah baca buku suka lupa sama sekitar karena nikmatin proses baca buku dan aku tim baca buku original, hard copy.

Pergi pagi, pulang sore, malam sholat taraweh sampai untuk baca buku diluar textbook kedokteran itu agak susah. Jadi aku inisiatif untuk baca buku waktu dikamar mandi, sambil BAB, cukup memalukan, tapi saya punya sudut pandang, rasanya lebih fokus gitu baca buku dikamar mandi. Itu karena sudah penasaran sekali sama perjalanan dan cerita kak Nadhira di dalam buku. Ga bisa nunggu seminggu lagi biar weekend baru baca. Ga bisa!

Kelebihan buku ini, menurutku pribadi banyak banget, sampulnya juga keren, warnanya ga begitu mencolok, terkesan sederhana tapi elegan dan ukurannya proporsional banget, ga terlalu besar, ga terlalu kecil juga, jadi nyaman untuk dibawa kemana-mana.

Oiya, kuliah di FK UI juga hal yang sangat luar biasa untukku. Dulu, sama kayak kak Nadhira, ga kepikiran buat masuk FK, jadi mimpinya hanya sebatas lulus di provinsi sendiri. Alhamdulillan, itu juga pencapaian yang luar biasa, bisa masuk FK dari asalku yang 12 jam dari ibu kota provinsi, Mandailing Natal.

Dibuku Limitless, kak Nadhira ceritain tentang kehidupan selama kuliah di FK UI, si perfectionis juga bisa gagal ternyata. Memang benar, kalau udah terbiasa menang terus, ketika dihadapkan dengan kegagalan, kita kagetnya luar biasa, bukan main, that is very stressfull, really! Dan dari kegagalan, kak Nadhira mau menyampaikan, itu bisa dijadikan titik bangkit, batu loncatan untuk lebih memperbaiki diri, evaluasi diri. Walaupun sedih tapi itu ga membuat kita berhenti mencoba dan harus terus belajar lagi.

Terlambat lulus bukan menjadi alasan untuk menyerah.

Ada beberapa point yang diceritakan dalam buku ini:

1. Berani bermimpi setelah gagal

2. Tidak berputus asa dan tidak mudah menyerah

3. Limitless: menembus batas diri. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

4. Berani mencoba hal baru

5. Berusaha semaksimal mungkin, buat rencana dan eksekusi

6. Selalu minta restu dan doa orangtua. Jika sudah menikah, minta juga restu dari suami.

7.  Tidak berhenti dan tidak mudah puas diri.

Rasanya tidak mungkin aku ceritain semua isi bukunya, nanti ga seru lagi. Buat teman-teman yang belum baca, buku ini sangat recommended banget buat dibaca dalam waktu apapun, dimanapun, tidak terbatas hanya untuk mahasiswa kedokteran.

Buku ini menceritakan banyak hal, mulai dari kuliah di fakultas kedokteran, ikut pertukaran pelajar, pengalaman intership (pengabdian)  di Lombok, menjalani pernikahan sambil kuliah, perjuangan bisa kuliah di Harvard, dan lain-lain.

Buku ini juga dilengkapi dengan halaman-halaman yang bisa kita tulis, apa target kita di masa depan, hal-hal yang kita syukuri, weekly-to-do-list dan diberi warna kuning yang cantik disetiap quotes  yang menarik.

Secara keseluruhan, buku ini bagus banget.

Dengan hadirnya buku pertama ini dan gaya penulisan kak Nadhira yang keren banget, saya yakin akan ada buku-buku selanjutnya yang lebih menarik. Oiya, bukunya sudah sampai cetakan kedua lho! Dan masuk ke daftar buku paling laris bulan ini.

The last, kalau mengenai kekurangan buku ini, kayaknya kurang panjang deh. Boleh lebih diperkaya dengan hal-hal kecil, kebiasaan-kebiasaan kecil apa yang penulis tumbuhkan untuk bisa sukses seperti sekarang ini.

So, What Next?

Semoga review dan ulasanku ini bermanfaat buat kita, bisa reminder lagi buat diriku kalau sudah lupa dan bisa membuat kita semangat kembali untuk meraih mimpi dan cita-cita.

Berani bermimpi, berani eksekusi dan berani gagal. Yuk, raih kesuksesan, jangan lupa berdoa ya.

Melalui Limitless, Nadhira menunjukkan bahwa kesuksesan ditentukan oleh kegigihan dan kerja keras yang dijaga konsisten

Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan RI periode 2020-2024)

Salam hangat,

+5

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..