Hidup adalah Perjalanan

Untukku, ‘Hidup adalah Perjalanan’.

Terimakasih ya sudah berjuang sampai saat ini.

Terimakasih sudah sesabar ini menghadapi berbagai jenis dan sifat manusia yang aneh itu. Terimakasih sudah tegar menghapus airmatamu sendiri dan bangkit lagi.

Terimakasih sudah tetap menjadi dirimu, sudah tetap baik kepada siapapun, walau banyak yang tak menghiraukanmu dan meninggalkanmu.

Terimakasih sudah setangguh ini mendamaikan segala sesak di hati dan membuang segala kerumitan pikiranmu sendiri. 

Terimakasih, sudah tetap sehat dan tidak sakit.

Terimakasih sudah mau tetap berusaha walaupun engkau tidak tahu entah ada jalan keluar di ujung sana.

Terimakasih telah dewasa untuk mengikuti nuranimu sendiri.

Maafkan, maafkan dirimu sendiri atas segala keputusan yang salah  di masa lalu. Bagaimanapun, semua kejadian itu memberimu banyak pelajaran dan sudut pandang yang lebih luas lagi.

Bagaimanapun, mereka sudah mengajarimu banyak hal yang tidak akan kamu tahu kalau kamu tidak saling dipertemukan dengan mereka.

Maafkan mereka jika hatimu terluka, maafkan mereka jika mereka tidak bisa memenuhi apa yang kau inginkan.

Karena tidak seharusnya kamu menggantungkan harap kepada mereka. 

Dear me, ayolah berdamai dengan hatimu sendiri.

Ayolah menghargai dirimu sendiri.

Cintai lagi dirimu.

Kamu tidak pantas sedih berlarut-larut.

Kamu harus bahagia. Haruss!!

Ayolah, kejar lagi impianmu yang sempat tertunda.

Ayolah, kamu pasti bisaa karena kamu luarbiasa sudah bisa berjalan sejauh ini.

Lanjutkan lagi perjalananmu dengan hati yang lapang dan tanpa dendam.

Hayolahhh, senyum lagii dan tertawa lagi.

Berbahagialah dengan apa yang kau miliki dan jangan resah dengan apa yang tak bisa kamu miliki.

Ya? I love you, Nan.

Aku menyayangimu, Nan.

Aku bangga  mempunyai sahabat sepertimu.

Sayang, Allah selalu bersamamu.

Kamu pasti bisa melewati semua nya.

Percaya sama Allah.

Allah yang akan membantumu.

Ayo, Kau kayuhlah sepeda bututmu itu lagi! Siapa tahu kamu bisa keliling dunia bersamanya.

+1

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..