“Medical school only happens once,” kalimat ajaib pertama yang akhirnya membuatku mengambil keputusan besar dalam hidupku.
.
.
Waktu tidak akan bisa diulang dan sudah kuputuskan atas setiap pilihan tidak hidup dalam penyesalan. Karena hidup adalah anugerah dan hadiah. Aku ingin hidup dan ingin merasakan saripati hidup.
.
.
“Don’t Die before Your Death,” kalimat ajaib kedua yang membangunkanku dari tidur panjang. Banyak sekali yang hidup tapi hatinya mati, tidak punya semangat dan terus diam dikerumuni ketidakberdayaan. Aku tidak ingin itu.
.
.
Kau tahu apa yang bisa kita tinggalkan kepada anak-anak kita kelak? Bukan harta, tahta atau paras mempesona tapi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.
Allah yang memampukanku, memampukan kita. Kita tak ada apa-apanya tanpa Allah tapi seringkali kita berterimakasih hanya kepada diri sendiri padahal kita lemah tak punya kekuatan tanpa Allah yang menguatkan.
.
.
Percaya akan janji Allah. Allah tidak akan membebankan sesuatu diluar kesanggupan kita dan Allah akan mengangkat derajat orang-orang berilmu. Itu saja sudah cukup untuk membuatku semangat dan selalu berusaha bersyukur.
.
.
Tak usah kita pikirkan ujung perjalanan ini. Manjaddawajada. Hiduplah hari ini dan give your best for the others.
Thank you to all of my beloved. May Allah give you blessed.

Rabu, 16/12/2020
(Un) Official : Nanda Sri Wahyuni, S.Ked

+5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nanda Sri Wahyuni Pulungan

Assalamualaikum, aku Nanda
Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Penyuka puisi, membaca dan menulis. Menulis sejak 2015.Penulis dua buku kumpulan puisi yaitu Hujan di Semenanjung Gersang(2018) dan Usah Kau Kenang Lagi(2019).Terimakasih sudah singgah dan salam kenal..